Langit Jakarta Kembali Terkepung Polusi, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

baraNews Jabar

- Redaksi

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:11 WIB

501 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk secara signifikan, dengan indeks kualitas udara (AQI) menembus angka 180 US AQI, menempatkan ibu kota dalam kategori tidak sehat bagi masyarakat. Kondisi ini terpantau sejak Minggu pagi (18/10/2026), di mana kabut polusi tebal menyelimuti kawasan pusat kota dan menghambat jarak pandang hingga hanya mencapai 1 hingga 2 kilometer.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai platform pemantau kualitas udara, konsentrasi polutan utama yang mendominasi adalah partikel halus PM 2.5 dengan angka mencapai 96 mikrogram per meter kubik. Situasi ini diperparah oleh kondisi meteorologis di wilayah Jakarta yang mencatat suhu udara antara 28 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 69 persen, serta kecepatan angin yang sangat minim, yakni hanya 6 kilometer per jam. Minimnya pergerakan angin menyebabkan partikel polutan terperangkap di lapisan atmosfer bawah.

Sejumlah warga yang beraktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia mengaku merasakan perbedaan kualitas udara yang cukup drastis dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Meski udara terasa lebih berat dan menyesakkan, tidak sedikit masyarakat yang tetap berolahraga tanpa mengenakan masker, kurang menyadari potensi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan partikel halus tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan analisis dari pihak otoritas terkait, terdapat dua faktor utama yang memicu memburuknya kualitas udara di Jakarta. Selain kontribusi emisi gas buang dari sektor transportasi yang terus meningkat, kondisi ini diduga diperparah oleh adanya kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Kalimantan dan daerah lainnya. Meski data terbaru menunjukkan bahwa pergerakan kabut asap tersebut mulai bergeser keluar dari kawasan Jabodetabek, kualitas udara diprediksi belum akan pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.

Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada dalam ambang batas tidak sehat. Meskipun aplikasi pemantau memprediksi adanya perbaikan kualitas udara ke kisaran 140 hingga 150 pada beberapa jam ke depan, angka tersebut masih dikategorikan sebagai udara yang tidak sehat bagi kelompok sensitif. (*)

Berita Terkait

Pengamat Civil Society : Pengungkapan 47 Kasus oleh Polres Cimahi Bukti Hadir Lindungi Masyarakat
Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau Semua Organisasi Pers Melaksanakan Sertifikasi Profesi Wartawan
GPA DKI Jakarta: Stop Framing Negatif terhadap Zulhas, Justru Berani Bongkar Potensi Pemborosan Anggaran Negara
PP GPA Sikapi Ancaman Demo BEM SI: Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional
Ekonomi RI Dikabarkan Lemah, Ketum AKPERSI: Kita Punya Fondasi Kuat
Mengasah Perspektif Kebangsaan dan Kepemimpinan, Teuku Raja Fahsul Falah Selesaikan P3N Lemhannas RI
PW GPA DKI Jakarta Dukung Sikap TNI AD Soal Film “Pesta Babi”, Minta Penayangan Dicabut Jika Terbukti Langgar Hak dan Tidak Sesuai Fakta Lapangan
PW GPA DKI Kecam Dugaan Pencatutan Identitas Mama Sinta, Desak Pencabutan Izin Film “Pesta Babi”

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:18 WIB

IDI Cabang Kabupaten Bandung Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat melalui Gebyar Kolaborasi Pemeriksaan Kesehatan di Kahuripan Kamojang

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Masyarakat Bandung Timur Sambut Antusias Gebyar Bandung Utama Lokasi Keempat di Taman Saturnus

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Gebyar Kolaborasi Pemeriksaan Kesehatan di Kahuripan Kamojang: PLN Indonesia Power UBP Kamojang Bersama Mitra Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Universitas Al-Ghifari Sukses Gelar Wisuda ke-XXII, Rektor Tekankan Pentingnya Integritas di Era AI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:56 WIB

Prof Sutan Nasomal SH, MH, Soroti Klarifikasi Suami Fenny Frans, Jangan Alihkan Pokok Persoalan, Permintaan Maaf Terbuka Dinilai Lebih Tepat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:20 WIB

KETUA UMUM ORMAS LBI BERHARAP ADA PERAN PEMERINTAH JABAR & BANDUNG UNTUK TUTUP SARITEM

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Berkaria Foundation Kembali Gelar Aksi “Sarapan Gratis” Volume 6 untuk Warga Kota Cimahi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Inspektorat Daerah Kabupaten Bandung Gelar FGD Tata Cara Penyelesaian Kerugian Daerah demi Perkuat Akuntabilitas Pemerintahan

Berita Terbaru