SUMEDANG – Dugaan kasus pelecehan seksual dan penganiayaan yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Abdila, menjadi perhatian publik setelah mencuat melalui laporan di media sosial. Kasus ini bermula dari adanya laporan yang dilayangkan oleh seorang sekretaris pribadi berinisial R kepada Polda Jawa Barat terkait tindakan yang diduga dilakukan oleh sang pejabat.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang pada 17 Agustus lalu. Dalam aduan yang beredar luas, korban mengklaim bahwa tindakan kekerasan yang dialaminya tidak hanya melibatkan Fajar secara langsung, tetapi juga diduga melibatkan istri serta kerabat dekatnya yang merupakan anggota DPR RI. Merespons informasi yang viral tersebut, Gubernur Jawa Barat segera menindaklanjuti dengan membentuk tim investigasi guna mendalami fakta di lapangan.
Menanggapi tuduhan tersebut, Muhammad Fajar Abdila secara tegas membantah seluruh dugaan yang dialamatkan kepadanya. Fajar menyatakan bahwa narasi yang tersebar adalah gosip yang tidak memiliki landasan bukti maupun sumber yang valid. Ia memilih untuk tidak menanggapi lebih jauh polemik tersebut dan lebih memfokuskan diri pada tanggung jawab kedinasannya. Fajar juga mengungkapkan kecurigaannya bahwa isu ini sengaja dihembuskan sebagai bagian dari agenda politik tertentu untuk menjatuhkan kredibilitasnya.
Hingga Selasa, 1 September 2026, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan laporan tersebut. Di sisi lain, pihak korban yang dikabarkan mengalami luka fisik serta trauma psikis hingga saat ini masih menutup diri dan belum memberikan pernyataan resmi kepada khalayak umum mengenai insiden tersebut. (*)




















