Darurat Ekologi Sungai Cileungsi: Menghitam dan Berbau Menyengat, Krisis Air Baku Mengancam Bekasi

baraNews Jabar

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 05:07 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR – Kondisi lingkungan di aliran Sungai Cileungsi kini berada dalam titik nadir. Fenomena air sungai yang berubah warna menjadi hitam pekat disertai aroma busuk yang menyengat kembali menghantui masyarakat. Pencemaran berat ini bukan sekadar masalah estetika lingkungan, melainkan sinyal bahaya serius terhadap keberlangsungan kualitas air baku bagi warga, terutama mereka yang bergantung pada aliran Kali Bekasi.

Krisis kualitas air ini dipicu oleh penurunan debit air secara drastis selama musim kemarau panjang, yang kemudian membuat konsentrasi polutan di sungai semakin pekat dan tidak terurai. Minimnya debit air menyebabkan limbah cair yang diduga kuat berasal dari aktivitas industri maupun domestik langsung terkonsentrasi di badan sungai tanpa proses pengenceran alami. Fenomena yang terjadi pada September 2026 ini menunjukkan bahwa Sungai Cileungsi telah menjadi saluran pembuangan raksasa yang gagal dikelola secara berkelanjutan.

Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi otoritas terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Mengingat peran vital Sungai Cileungsi sebagai pemasok utama air baku untuk wilayah hilir, pembiaran terhadap pencemaran ini adalah bentuk pengabaian hak dasar masyarakat atas air bersih. Otoritas lingkungan hidup dituntut untuk tidak lagi sekadar melakukan pemantauan, tetapi harus berani menindak tegas sumber-sumber pencemar yang terus menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika langkah mitigasi dan penegakan hukum yang konkret tidak segera dilakukan, ancaman krisis air bersih bukan lagi sekadar potensi, melainkan kepastian yang akan melumpuhkan aktivitas ekonomi dan kesehatan publik. Sungai Cileungsi yang seharusnya menjadi penyangga kehidupan kini justru bertransformasi menjadi ancaman kesehatan yang terus berulang tanpa solusi yang tuntas. (*)

Berita Terkait

BGN Investigasi Dugaan Penganiayaan Sesama SPPI di Kantor KPPG Bogor
Ketua Umum AKPERSI Pimpin Orasi di Depan Polres Bogor
Polres Bogor Bongkar Jaringan Besar Pemasok Merkuri untuk Tambang Emas Ilegal
Tukang Cukur Bogor Disorot Warga karena Tak Pasang Bendera, Camat: Rekaman Viral Bukan dari Pegawai Kecamatan
PROF DR Sutan Nasomal : HOAX WARTAWAN Tanpa UKW Bisa Dipidana, PWI Kab Bogor Wajib Mempertanggungjawabkan Ucapannya di Dunia Pers
Tahun Baru Islam 1448 H: Sukses Musabaqah Azan Nusantara Mendunia II, Perkuat Ukhuwwah

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:56 WIB

Prof Sutan Nasomal SH, MH, Soroti Klarifikasi Suami Fenny Frans, Jangan Alihkan Pokok Persoalan, Permintaan Maaf Terbuka Dinilai Lebih Tepat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:20 WIB

KETUA UMUM ORMAS LBI BERHARAP ADA PERAN PEMERINTAH JABAR & BANDUNG UNTUK TUTUP SARITEM

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Berkaria Foundation Kembali Gelar Aksi “Sarapan Gratis” Volume 6 untuk Warga Kota Cimahi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:32 WIB

YJI Jabar dan PERKI Bandung Raya Gelar Seminar Hari Jantung Sedunia 2026: Dorong Kebugaran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Sinergi Ulama dan Umara, Ketua FPP Jabar Apresiasi Pengabdian Kapolda Lama Sekaligus Sambut Kapolda Baru

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:32 WIB

BKOW Jawa Barat Hadiri Peringatan 1 Abad Lebih Van Deventer School ke-108 di Bandung

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:27 WIB

Golkar Grobogan Matangkan Konsolidasi dan Targetkan Tambahan Kursi DPRD di Rakornis Nasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Golkar Kota Blitar Genjot Konsolidasi, Pasang Target Tambah Kursi di Pemilu Mendatang

Berita Terbaru