Arogansi Oknum Satpol PP di Sumedang Disorot, Tendang Dagangan Kakek Penjual Keripik hingga Trauma

baraNews Jabar

- Redaksi

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:08 WIB

5071 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG |  Wajah penertiban di Kabupaten Sumedang tercoreng oleh dugaan tindakan arogan oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja terhadap warga lanjut usia yang sedang berjuang mencari nafkah. Seorang kakek penjual keripik keliling diduga menjadi korban perlakuan tidak pantas saat beristirahat di pinggir jalan, hingga dagangannya ditendang dan berserakan.

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa tersebut terjadi di salah satu ruas jalan di wilayah Sumedang. Saat itu kakek tersebut yang sehari-hari berjualan keripik dengan berjalan kaki dari kampung ke kampung sedang beristirahat sambil berjongkok di tepi jalan. Di sampingnya, sejumlah bungkus keripik yang menjadi tumpuan penghidupan diletakkan dengan rapi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanpa upaya komunikasi yang humanis, sejumlah petugas Satpol PP datang ke lokasi. Salah seorang oknum kemudian diduga dengan sengaja mengarahkan tendangan ke arah dagangan milik kakek tersebut hingga seluruh barang jualannya berhamburan ke jalanan. Aksi yang terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025 itu langsung memicu gelombang kecaman dari masyarakat.

Peristiwa di Sumedang ini bukan sekadar soal tertib atau tidak tertib. Ini adalah soal cara negara hadir di hadapan rakyat kecil. Seorang kakek yang tidak menggelar lapak, tidak menghalangi lalu lintas secara permanen, hanya menumpang lelah sesaat, diperlakukan seolah-olah pelaku kejahatan besar. Di mana letak nurani dan pembinaan yang selama ini didengungkan sebagai roh dari penegakan Peraturan Daerah?

Dampak dari tindakan tersebut jauh lebih serius dari sekadar kerugian materi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sehari setelah kejadian di Sumedang itu, sang kakek belum berani kembali berjualan karena masih mengalami trauma. Bagi pedagang kecil, satu hari tidak berjualan berarti satu hari tidak ada penghasilan untuk makan. Trauma yang diciptakan oleh aparat yang seharusnya melindungi justru mematikan sumber nafkah warga.

Satpol PP Sumedang tidak bisa tutup mata dan menganggap ini persoalan kecil. Publik menuntut pertanggungjawaban yang jelas. Siapa oknum yang menendang dagangan tersebut harus diungkap, diperiksa, dan diberikan sanksi tegas. Jika dibiarkan, budaya kekerasan dalam penertiban akan terus berulang dan semakin merusak kepercayaan masyarakat.

Penertiban di Sumedang dan di daerah mana pun seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif, edukatif, dan humanis, terlebih kepada kelompok rentan seperti pedagang lanjut usia. Ketegasan tidak harus identik dengan kekerasan. Ketertiban tidak boleh dibangun di atas rasa takut warga kecil. (*)

Berita Terkait

Wakil Bupati Sumedang Dilaporkan ke Polda Jabar atas Dugaan Kekerasan dan Pelecehan Seksual

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:56 WIB

Prof Sutan Nasomal SH, MH, Soroti Klarifikasi Suami Fenny Frans, Jangan Alihkan Pokok Persoalan, Permintaan Maaf Terbuka Dinilai Lebih Tepat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:20 WIB

KETUA UMUM ORMAS LBI BERHARAP ADA PERAN PEMERINTAH JABAR & BANDUNG UNTUK TUTUP SARITEM

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Berkaria Foundation Kembali Gelar Aksi “Sarapan Gratis” Volume 6 untuk Warga Kota Cimahi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:32 WIB

YJI Jabar dan PERKI Bandung Raya Gelar Seminar Hari Jantung Sedunia 2026: Dorong Kebugaran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Sinergi Ulama dan Umara, Ketua FPP Jabar Apresiasi Pengabdian Kapolda Lama Sekaligus Sambut Kapolda Baru

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:32 WIB

BKOW Jawa Barat Hadiri Peringatan 1 Abad Lebih Van Deventer School ke-108 di Bandung

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:27 WIB

Golkar Grobogan Matangkan Konsolidasi dan Targetkan Tambahan Kursi DPRD di Rakornis Nasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Golkar Kota Blitar Genjot Konsolidasi, Pasang Target Tambah Kursi di Pemilu Mendatang

Berita Terbaru